Showing posts with label Perjuangan itu Manis. Show all posts
Otak Ligat! Badan Lincas!
Dalam melakukan sesuatu perkara,peranan otak sangat penting. Terlebih-lebih lagi perkara tersebut memerlukan otak yang ligat dalam mencernakan buah fikiran mahupun mengeluarkan idea yang bernas untuk menyelesaikan sesuatu kemusykilan atau masalah.
![]() | |
| ihsan google |
Kadang-kadang kita(khususnya waalid) sangat perlu untuk belajar melakukan banyak benda dalam satu masa. Sebagai persediaan untuk berada dalam medan yang sebenar di tanah air tercinta. Tugas sebagai seorang anak,seorang suami,seorang da'ie dan mungkin banyak lagi taklifan yang akan diberikan nanti amat memerlukan persediaan yang cukup. Barulah nanti tidak 'mati katak' untuk melakukan semuanya.
Untuk mendapatkan otak yang ligat dan badan yang lincas,petua yang senang dan paling mudah untuk dilakukan ialah berSUJUD, mungkin petua ini jarang diambil berat oleh kita.
![]() |
| ihsan google |
Sujud mampu menjadikan otak kita cerdas kerana ketika sujud,darah akan mengalir ke dalam satu saluran yang tidak akan sampai darah padanya melainkan ketika kita sujud. InsyaAllah otak kita akan semakin cerdas dan pintar. Disamping itu,banyak faktor-faktor lain yang mempengaruhi kecerdasan dan 'keligatan' otak kita ni. Termasuklah faktor pemakanan,persekitaran,pergaulan dan sebagainya.
"Akal yang cerdas dari badan yang sihat..."
Seorang yang bergelar ustaz atau pendakwah,kadang-kadang dilihat atau sinonim hanya menadah kitab,mengajar,kuliah,ceramah dan sebagainya. Sebenarnya,dalam Islam juga menggalakkan untuk kita beriadhah. Nabi Shallallahu 3alaihi Wasallam juga turut beriadhah,Nabi beriadhah dengan menunggang kuda,berenang dan memanah.
Mempelbagaikan kemahiran diri termasuk bersukan juga merupakan satu cara untuk para da'ie untuk mendekati para mad'u mereka,namun bukan perlu jadi pemain sukan yang pro,cukuplah sekadar kita reti untuk bersukan. Kalau main bola,agak-agak sepak bola tu kena dah kira ok la tu..begitu juga sukan-sukan yang lain.
Ok,ok..dah melalut dah..asalnya waalid hanya nak buat entry ringkas..jadi panjang pulak,harap maaflah kalau kalian bosan baca entry yang panjang lebar ini..huhu.
Sebagai kesimpulan,blog waalid yang agak bersawang akhir-akhir ini adalah kerana waalid sedang cuba untuk menjadi otak ligat dan badan lincas...huhu. Dah takde keje cari keje..nah,rasakan kau waalid..sahabat-sahabat tolong doakan agar segala pekerjaan waalid dimudahkan olehNya ya.. jazakumullahukhairan jazak...^_^
Wasiat Asy-Syahid Dr. Abdullah Azzam
Wahai Para Da’i Islam!
Carilah kematian nescaya anda akan dikurniakan kehidupan. Janganlah anda sampai tertipu oleh angan-angan kalian. Janganlah anda sampai tertipu oleh buku-buku yang anda baca dan amalan-amalan sunnah yang anda lakukan sehingga anda melupakan kewajiban besar.
Wahai Para Ulama Islam!
Majulah kalian untuk memimpin generasi yang ingin kembali kepada Rabb-nya ini. Janganlah kalian cenderung kepada kehidupan dunia.
Wahai Kaum Muslimin!
Telah lama kalian tidur nyenyak, sehingga kerosakan bermaharajalela di negeri kalian.
Wahai Kaum Wanita!
Jauhilah kehidupan mewah dan megah karena kemewahan itu musuh dalam selimut yang akan merosak jiwa manusia. Hindarilah perkara yang tidak terlalu penting dan cukupkanlah dengan keperluan-keperluan asasi.
Binalah anak-anak kalian untuk menjadi orang yang berani dan sedia berjihad.
Tanamkanlah pada jiwa anak-anak kalian cinta Jihad dan perjuangan. Hiduplah dengan penuh perhatian terhadap permasaalahan kaum Muslimin. Biasakanlah paling tidak sehari dalam seminggu untuk hidup menyerupai kehidupan kaum Muhajirin dan Mujahidin yang hanya memakan sekerat roti kering dan beberapa teguk air.
Wahai Anak-Anak!
Jauhkanlah diri kalian dari dendangan lagu-lagu dan muzik-muzik penghamba nafsu. Jauhkanlah punggung kalian dari kehidupan orang-orang yang hidup bermewah-mewahan.
Wahai Ummu Muhammad! (Isteri Abdullah Azzam)
Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan sebanyak-banyaknya atas apa yang telah engkau lakukan kepadaku dan kepada kaum Muslimin.
Engkau telah bersabar hidup bersamaku setelah sekian lama merasakan manis pahitnya kehidupan. Engkau telah memberikan dokongan yang sangat bererti bagiku untuk berjalan di atas perjalanan yang penuh berkat ini dalam berjuang di medan Jihad.

Ke atas pundakmulah aku serahkan tanggungjawab keluarga pada tahun 1969, ketika kita baru mempunyai dua anak dan seorang bayi. Engkau hidup dalam sebuah bilik kecil yang terbina dari tanah liat, tanpa dapur dan alat pemanas (untuk menghadapi musim sejuk).
Kemudian aku serahkan ke atas pundakmu segala urusan rumah tangga ketika bebanan semakin berat, keluarga semakin bertambah, anak-anak bertambah besar dan tamu-tamu bertambah banyak, tetapi engkau tetap tabah menghadapi semuanya.
Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan sebanyak-banyaknya atas apa yang telah engkau lakukan untukku.
Sesungguhnya kehidupan jihad adalah kehidupan yang paling lazat. Kesabaran menghadapi kesulitan lebih manis daripada hidup bergemilang kemewahan dan kemegahan.
Pertahankanlah hidup zuhud nescaya Allah mencintaimu, dan janganlah engkau menginginkan apa yang ada di tangan orang lain, nescaya mereka akan mencintaimu.
Al-Quran adalah kenikmatan dan teman hidup. Bangun malam, puasa sunnah dan istighfar di waktu pagi akan membuat hati menjadi bersih dan menjadikan engkau merasakan manisnya beribadah.
Bertemanlah dengan wanita-wanita solehah, tidak mengejar kepada kehidupan dunia dan menjauhi kemewahan dan cintakan keduniaan, akan memberikan ketenangan hati.
Semoga Allah mempertemukan dan menyatukan kita di Syurga Firdaus, sebagaimana Allah menyatukan kita di dunia.
Wahai Kalian Anak-Anakku!
Sesungguhnya kalian tidak mendapatkan perhatianku kecuali sedikit sahaja. Kalian tidak memperoleh pembinaan dariku kecuali sedikit. Ya, aku tidak memberikan perhatian kepada kalian.
Tetapi apa yang dapat aku lakukan sementara malapetaka terhadap kaum Muslimin membuat orang hamil melahirkan kandungannya dan musibah yang menimpa Umat Islam membuat rambut bayi-bayi beruban.
Demi Allah, aku tidak mampu hidup tenang sementara api malapetaka membakar hati kaum Muslimin.
Aku tidak rela hidup di tengah-tengah kalian menikmati hidangan lazat. Demi Allah, sejak dulu aku membenci kemewahan, baik dalam pakaian, makanan ataupun tempat tinggal. Aku berusaha mengangkat kalian ke tingkat orang-orang zuhud dan aku jauhkan kalian dari lumpur kemewahan.
Aku wasiatkan kepada kalian agar berpegang teguh kepada Aqidah Salaf (Ahlussunnah wal-Jama’ah) .
Jauhkanlah diri kalian dari sikap berlebih-lebihan. Baca dan hafalkanlah Al-Quran.
Jagalah lidah, bangunlah malam, lakukanlah puasa sunnah, bergaul-lah dengan orang-orang baik, aktiflah bersama gerakan Islam.
Aku wasiatkan kepada kalian wahai anak-anakku agar kalian ta’at pada ibu kalian dan menghormati saudara-saudara perempuan kalian (Ummul Hasan dan Ummul Yahya). Carilah ilmu syar’i yang bermanfaat. Ta’atilah saudara kalian yang terbesar (Muhammad) dan hormatilah dia.
Aku wasiatkan kalian agar saling mencintai sesama kalian. Berbuat baiklah kepada nenek dan Datuk kalian (Ummu Faiz dan Ummu Muhammad), karena keduanya-lah, setelah Allah, banyak berjasa baik kepadaku. Sambunglah hubungan keluarga kita dan berbuat baiklah kepada keluarga kita. Penuhilah hak persahabatan kita kepada orang yang bersahabat demi kita.
Maha Suci Engkau Ya Allah, dan Maha Terpuji Engkau. Aku bersaksi bahawa tiada Tuhan melainkan Engkau. Aku memohon keampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.
Carilah kematian nescaya anda akan dikurniakan kehidupan. Janganlah anda sampai tertipu oleh angan-angan kalian. Janganlah anda sampai tertipu oleh buku-buku yang anda baca dan amalan-amalan sunnah yang anda lakukan sehingga anda melupakan kewajiban besar.
Wahai Para Ulama Islam!
Majulah kalian untuk memimpin generasi yang ingin kembali kepada Rabb-nya ini. Janganlah kalian cenderung kepada kehidupan dunia.
Wahai Kaum Muslimin!
Telah lama kalian tidur nyenyak, sehingga kerosakan bermaharajalela di negeri kalian.
Wahai Kaum Wanita!
Jauhilah kehidupan mewah dan megah karena kemewahan itu musuh dalam selimut yang akan merosak jiwa manusia. Hindarilah perkara yang tidak terlalu penting dan cukupkanlah dengan keperluan-keperluan asasi.
Binalah anak-anak kalian untuk menjadi orang yang berani dan sedia berjihad.
Tanamkanlah pada jiwa anak-anak kalian cinta Jihad dan perjuangan. Hiduplah dengan penuh perhatian terhadap permasaalahan kaum Muslimin. Biasakanlah paling tidak sehari dalam seminggu untuk hidup menyerupai kehidupan kaum Muhajirin dan Mujahidin yang hanya memakan sekerat roti kering dan beberapa teguk air.
Wahai Anak-Anak!
Jauhkanlah diri kalian dari dendangan lagu-lagu dan muzik-muzik penghamba nafsu. Jauhkanlah punggung kalian dari kehidupan orang-orang yang hidup bermewah-mewahan.
Wahai Ummu Muhammad! (Isteri Abdullah Azzam)
Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan sebanyak-banyaknya atas apa yang telah engkau lakukan kepadaku dan kepada kaum Muslimin.
Engkau telah bersabar hidup bersamaku setelah sekian lama merasakan manis pahitnya kehidupan. Engkau telah memberikan dokongan yang sangat bererti bagiku untuk berjalan di atas perjalanan yang penuh berkat ini dalam berjuang di medan Jihad.
Ke atas pundakmulah aku serahkan tanggungjawab keluarga pada tahun 1969, ketika kita baru mempunyai dua anak dan seorang bayi. Engkau hidup dalam sebuah bilik kecil yang terbina dari tanah liat, tanpa dapur dan alat pemanas (untuk menghadapi musim sejuk).
Kemudian aku serahkan ke atas pundakmu segala urusan rumah tangga ketika bebanan semakin berat, keluarga semakin bertambah, anak-anak bertambah besar dan tamu-tamu bertambah banyak, tetapi engkau tetap tabah menghadapi semuanya.
Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan sebanyak-banyaknya atas apa yang telah engkau lakukan untukku.
Sesungguhnya kehidupan jihad adalah kehidupan yang paling lazat. Kesabaran menghadapi kesulitan lebih manis daripada hidup bergemilang kemewahan dan kemegahan.
Pertahankanlah hidup zuhud nescaya Allah mencintaimu, dan janganlah engkau menginginkan apa yang ada di tangan orang lain, nescaya mereka akan mencintaimu.
Al-Quran adalah kenikmatan dan teman hidup. Bangun malam, puasa sunnah dan istighfar di waktu pagi akan membuat hati menjadi bersih dan menjadikan engkau merasakan manisnya beribadah.
Bertemanlah dengan wanita-wanita solehah, tidak mengejar kepada kehidupan dunia dan menjauhi kemewahan dan cintakan keduniaan, akan memberikan ketenangan hati.
Semoga Allah mempertemukan dan menyatukan kita di Syurga Firdaus, sebagaimana Allah menyatukan kita di dunia.
Wahai Kalian Anak-Anakku!
Sesungguhnya kalian tidak mendapatkan perhatianku kecuali sedikit sahaja. Kalian tidak memperoleh pembinaan dariku kecuali sedikit. Ya, aku tidak memberikan perhatian kepada kalian.
Tetapi apa yang dapat aku lakukan sementara malapetaka terhadap kaum Muslimin membuat orang hamil melahirkan kandungannya dan musibah yang menimpa Umat Islam membuat rambut bayi-bayi beruban.
Demi Allah, aku tidak mampu hidup tenang sementara api malapetaka membakar hati kaum Muslimin.
Aku tidak rela hidup di tengah-tengah kalian menikmati hidangan lazat. Demi Allah, sejak dulu aku membenci kemewahan, baik dalam pakaian, makanan ataupun tempat tinggal. Aku berusaha mengangkat kalian ke tingkat orang-orang zuhud dan aku jauhkan kalian dari lumpur kemewahan.
Aku wasiatkan kepada kalian agar berpegang teguh kepada Aqidah Salaf (Ahlussunnah wal-Jama’ah) .
Jauhkanlah diri kalian dari sikap berlebih-lebihan. Baca dan hafalkanlah Al-Quran.
Jagalah lidah, bangunlah malam, lakukanlah puasa sunnah, bergaul-lah dengan orang-orang baik, aktiflah bersama gerakan Islam.
Aku wasiatkan kepada kalian wahai anak-anakku agar kalian ta’at pada ibu kalian dan menghormati saudara-saudara perempuan kalian (Ummul Hasan dan Ummul Yahya). Carilah ilmu syar’i yang bermanfaat. Ta’atilah saudara kalian yang terbesar (Muhammad) dan hormatilah dia.
Aku wasiatkan kalian agar saling mencintai sesama kalian. Berbuat baiklah kepada nenek dan Datuk kalian (Ummu Faiz dan Ummu Muhammad), karena keduanya-lah, setelah Allah, banyak berjasa baik kepadaku. Sambunglah hubungan keluarga kita dan berbuat baiklah kepada keluarga kita. Penuhilah hak persahabatan kita kepada orang yang bersahabat demi kita.
Maha Suci Engkau Ya Allah, dan Maha Terpuji Engkau. Aku bersaksi bahawa tiada Tuhan melainkan Engkau. Aku memohon keampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.
Isnin, pada waktu Asar, 22 Sya’ban 1406H (20 April 1986)
Abdullah Yusuf Azzam
Wasiat ini ditulis oleh Sheikh Abdullah Azzam semasa jihad Afghanistan menentang Uni Soviet masih berlangsung.
Abdullah Yusuf Azzam
Wasiat ini ditulis oleh Sheikh Abdullah Azzam semasa jihad Afghanistan menentang Uni Soviet masih berlangsung.
Aku Pejuang Bukan Petualang!
Akulah pejuang islam..
Sibuk kehidupan kerana perjuangan..
Harta dan masa jadi taruhan
Untuk menobat islam berwawasan…
Akulah pejuang islam
Amat bongkakku dengan perjuanganku
Ufuk fajar sentiasa berlalu
Diri tewas dek kebebalan nafsu
Akulah pejuang islam…
Teguran si pemimpin seringku dustai
Kerana terasa diri meninggi
Ego dan riak sentiasa menguasai
Musnahlah pejuang dimakan diri
Sibuk kehidupan kerana perjuangan..
Harta dan masa jadi taruhan
Untuk menobat islam berwawasan…
Akulah pejuang islam
Amat bongkakku dengan perjuanganku
Ufuk fajar sentiasa berlalu
Diri tewas dek kebebalan nafsu
Akulah pejuang islam…
Teguran si pemimpin seringku dustai
Kerana terasa diri meninggi
Ego dan riak sentiasa menguasai
Musnahlah pejuang dimakan diri
Segala macam menjadi perhatian
Untuk membenam aura kezaliman
Halal dan haram tiada timbangan
Samalah pejuang dengan petualang
Tetaplah kamu dengan panduan Ilahi
Sujud,qiam dan tasbih mengganti kelahi
Barulah gelaran pejuang memekar wangi
Tanpa kerosakan jiwa yang sejati
Sampainya saat kamu merungkai belenggu
Keredhaan tuhan harapan yang satu
Bulatkanlah tekad melawan seteru
Berpandukan garisan yang telah ditentu
Halal dan haram tiada timbangan
Samalah pejuang dengan petualang
Tetaplah kamu dengan panduan Ilahi
Sujud,qiam dan tasbih mengganti kelahi
Barulah gelaran pejuang memekar wangi
Tanpa kerosakan jiwa yang sejati
Sampainya saat kamu merungkai belenggu
Keredhaan tuhan harapan yang satu
Bulatkanlah tekad melawan seteru
Berpandukan garisan yang telah ditentu
Nukilan : waalidaisya5035





